Wednesday, May 18, 2022
HomeUncategorizedPersembahan Energi Terbarukan dari Bumi Rafflesia

Persembahan Energi Terbarukan dari Bumi Rafflesia

klikbengkulu.com – Indonesia merupakan bangsa yang besar yang didalamnya terkandung beragam sumber daya alam (SDA) yang berlimpah. Sesuai dengan pasal 33 Undang-undang Dasar (UUD) tahun 1945 menyatakan kekayaan yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat. Salah satu potensi sumber daya alam yang saat ini hangat dibahas yakni potensi panas bumi atau geothermal. Hal ini mengingat geothermal sendiri merupakan salah satu energi terbarukan yang dikenal ramah lingkungan.

Apa itu geothermal? Melihat dari definisinya, geothermal berasal dari bahasa yunani, Geo yang artinya “bumi” dan thermal yang artinya “panas”. Sehingga geothermal didefinisikan sebagai energi panas yang terdapat dan terbentuk dalam kerak bumi. Geothermal sendiri banyak memiliki potensi yang bisa dikelola dan dimanfaatkan manusia. Antara lain, membuat Pembangkit Listrik Tenaga Panas bumi (PLTP) dan juga membuat tempat rekreasi atau wisata pemandian air panas.

Ada beberapa alasan mengapa energi panas bumi dilirik untuk dieksplorasi diantaranya karena. Pertama, panas bumi merupakan salah satu sumber energi paling bersih. Jauh lebih bersih dari sumber energi fosil yang menimbulkan polusi atau emuji gas rumah kaca. Kedua, geothermal merupakan jenis energi terbarukan yang relatif tidak akan habis. Sumber energi ini terus menerus aktif akibat peluluhan radioaktif mineral. Dan ketiga, energi geothermal ramah lingkungan yang tidak menyebabkan pencemaran baik pencemaran udara, maupun suara,serta tidak menghasilkan emisi karbon dan tidak menghasilkan gas cairan maupun material beracun lainnya.

Luar biasanya di Provinsi Bengkulu yang dikenal Bumi Rafflesia memiliki potensi panas bumi mencapai 1.362 Mega Watt Eletrical yang tersebar di 5 lokasi. Kelima lokasi berada di 3 kabupaten berbeda masing-masing Kabupaten Lebong, Kepahiang dan Rejang Lebong. Beberapa area sudah mulai dimanfaatkan dan diekplorasi yang berlokasi di Hulu Lais, Lebong dengan membuat PLTP dengan kapasitas 2 X 55 megawaat (MW). Inilah salah satu persembangan Bengkulu untuk bangkitkan bangsa dan negara.

“Sebagaimana amanat Undang-undang, bahwa bumi air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai negara dan dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat, maka potensi panas bumi yang kita miliki ini akan menjadi sumber pendapatan yang signifikan ketika bisa dimanfaatkan. Sebagai pemerintah kita terus mendorong ini,” ungkap Gubernur Bengkulu, Rohidin Mersyah.

Rohidin mengatakan, pemanfaatan geothermal sebagai sumber Energi Baru dan Terbarukan bisa menjadi subtitusi dan bahkan menggeser pembangkit dengan bahan bakar fosil. Sosialisasi kepada masyarakat sekitar kawasan pun perlu dilakukan secara jelas, agar saat explorasi dilakukan, masyarakat memahami hal yang boleh dilakukan ataupun yang tak boleh dilakukan.

Pemerintah Provinsi Bengkulu melalui Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Provinsi Bengkulu juga melakukan pemantauan perkembangan proyek pembangunan PLTP Hulu Lais 2 x 55 MW. Diketahui PLTP merupakan salah satu potensi panas bumi yang berada ini wilayah kerja panas bumi hululais, pada wilaya Kerja Panas Bumi Hulu Lais terdapat 3 (tiga) potensi panas bumi yang dapat dikembangkan yaitu Hulu Lais, Tambang Sawah dan Bukit daun. Wilayah Kerja Panas Bumi Hulu Lais dikembangkan oleh PT. Pertamina Geothermal Energy (PGE), dengan skema pengoperasian Perjanjian Jual Beli Uap (PJBU) dimana PGE memasok panas bumi ke PLTP yang dibangun PLN.

PLTP Hulu Lais termasuk dalam program percepatan pembangunan ketenagalistrikan (fast track program/ FTP) 10.000 MW tahap II sesuai dengan Peraturan Menteri (Permen) ESDM Nomor 40 tahun 2014 tentang Perubahan Keempat Atas Peraturan Menteri ESDM nomor 15 tahun 2010 tentang Daftar Proyek–Proyek Percepatan Pembangunan Tenaga Listrik yang menggunakan Energi Terbarukan, Batubara dan Gas serta Transmisi terkait.

Dari pemantauan perkembangan proyek pembangunan pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) Hululais 2 x 55 MW diketahui bahwa PT. PGE telah menyelesaikan progres perizinan, pembebasan lahan dan insfrastruktur panas bumi pada 10 cluster telah selesai 100 persen, PT. PGE sudah menyelesaikan pemboran 24 sumur, yaitu 8 sumur injeksi, 9 sumur produksi dan 7 sumur kontrol, PT. PGE juga sudah melakukan uji produksi pada sumur-sumur tersebut dan didapatkan dihasilkan ketersedian uap di kepala sumur sebesar 110,5 MW dan kapasitas injeksi 3556 t/j.

Selanjutnya PT. PGE akan melakukan Front End Engineering Design (FEED) atau pembuatan desain pemipaan, PT. PGE juga telah menunjuk konsultan dalam melakukan FEED dan ditargetkan proses ini akan selesai pada tahun 2021 dilanjutkan dengan proses pembangunan Fluid Collection and Reinjection System (FCRS) atau pembangunan jalur pipa, proses ini akan disesuaikan dengan rencana pembangunan pembangkit dan transmisi sehingga nantinya akan selesai bersamaan.

Kepala Dinas ESDM Provinsi Bengkulu, Ir. H. Ahyan Endu, menyampaikan ketika beroperasi nanti PT. PGE dapat melakukan pembinaan kepada masyarakat sekitar salah satunya program beasiswa bagi siswa berprestasi sampai pada tahap sarjana. “Sehingga keberadaan PLTP nantinya mendatangkan manfaat bagi masyarakat luas,” demikian Ahyan Endu.

Selain di Hulu Lais, juga akan dikembangkan di Kepahiang dengan kapasitas 110 MW yang diharapkan dapat mendukung kelistrikan di Provinsi. Lokasi Wilayah Kerja Panas Bumi Kepahiang secara administratif terletak di Kabupaten Kepahiang dan Rejang Lebong. Harapannya, dengan berlimpahnya potensi geothermal tersebut akan dapat terus membangkitkan energi untuk negeri. (Hasrul)

RELATED ARTICLES
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments