Monday, May 16, 2022
HomeKota bengkuluKasus Positif Kian Melandai, RSHD Kota Bengkulu Hanya Rawat Satu Pasien

Kasus Positif Kian Melandai, RSHD Kota Bengkulu Hanya Rawat Satu Pasien

KLIKBENGKULU.COM – Alhamdulillah, jumlah kasus corona virus disease 2019 (covid-19) di Kota Bengkulu terus mengalami penurunan setiap harinya. Bahkan, jika sebelumnya pasien yang dirawat di Rumah Sakit Harapan dan Doa (RSHD) Kota Bengkulu membludak, sekarang banyak ruangan yang kosong. Hal ini seperti diungkapkan, Direktur RSHD dr. Lista Cherlyviera.

Diungkapkannya, tingkat keterisian tempat tidur atau Bed Occupancy Rate (BOR) di RSHD saat ini mengalami penurunan. Dari 62 tempat tidur yang disediakan, saat ini hanya terisi 1 tempat tidur yang dihuni oleh pasien positif Covid 19.

“Kalau dulu pasien rawat inap kita sampai 62 bahkan lebih. Alhamdulillah sekarang kasus terus menurun, tentu berdampak pada jumlah keterisian tempat tidur atau ruang isolasi. Saat ini hanya tinggal satu pasien yang dirawat, itupun kasus lama (pasien minggu lalu) dan sedang masa pemulihan,” ungkap Lista.

Lebih lanjut Lista menyampaikan, Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) dari level 4 dan level 2 juga sekarang memberi pengaruh dalam penurunan hunian rumah sakit. Sebabnya, tidak ada lagi yang berkerumun dan rata-rata masyarakat semakin memperketat protokol kesehatan (Prokes) sehingga mengurangi potensi penularan.

“Pengaruh dari PPKM ini pasti juga berperan tentunya, tetapi kembali lagi ke individu masyarakatnya harus sadar pentingnya kita menegakkan prokes itu. Ya, walaupun sudah ada penurunan tidak boleh abai prokes,” lanjut dia.

Menurutnyq, kebijakan Pemerintah Daerah yang menerbitkan SK keterlibatan rumah sakit swasta untuk menampung pasien covid juga sangat pengaruh. Karena, pasien yang tadinya penuh di setiap rumah sakit pemerintah termasuk RSMY, DKT dan juga Bhayangkara, bisa terurai dengan adanya keterlibatan rumah sakit swasta tersebut.

“Karena rumah sakit swasta sudah diberdayakan, jadi sebagian pasien pun dialihkan kesana. Yang jelas, dengan penurunan kasus ini tentunya kita minta warga tidak terlena terhadap prokes dan tetap menjadi prokes dan pola hidup 5 M menjadi keharusan dan kebiasaan,” pungkasnya.

Harapannya, kasus Covid-19 tidak lagi naik dan kalau bisa justru berakhir di Kota Bengkulu dan di Indonesia ini. Ia juga mengajak warga kota bisa terus mengikuti aturan atau SE walikota Bengkulu untuk menerapkan prokes yang ketat. (Hasrul)

RELATED ARTICLES
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments