Friday, May 13, 2022
HomeKota bengkuluKadispendik: Orangtua Harus Tegas Awasi Anak dari Game Online

Kadispendik: Orangtua Harus Tegas Awasi Anak dari Game Online

KLIKBENGKULU.COM – Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Bengkulu Sehmi langsung menilai SE Walikota Nomor: 003.1/245/Kesbangpol/2021 tentang imbauan tidak bermain game online.

Sehmi mengatakan, game online higgs domino yang saat ini marak menjadi perhatian serius Dinas Pendidikan Kota Bengkulu. Pasalnya, game tersebut membuat kecanduan dari siswa. Hal yang akan kecanduan para siswa tak semakin parah.

“Untuk higgs domino itu, ada unsur-unsur yang menimbulkan kecanduan dari siswa. Kadang-kadang sampai ke orangtua. Kalau diperhatikan hampir di setiap sudut-sudut yang bermain HP, anak-anak, itu pasti main Higgs domino. Seperti yang kita tau, domino sendiri ini bermain secara ‘dominasi’, siapa yang mendominasi dialah yang menjadi pemenangnya. Tetapi, karena kita bermain melawan mesin, teori peluangnya tentu saja mesin. yang membuat kecanduan,” jelas Sehmi, Kamis (11/11/2021).

Menurut Sehmi, saat ini game higgs domino bukan hanya sebagai hiburan saja.

“Tapi juga bagaimana mendapatkan chip. Kalau chip itu diperjuangkan tentu pemain tidak akan menang karena lawannya mesin. Sedangkan mesin hitungannya sudah digit sekali, sedangkan kita tidak. Oleh karena itu, jawabannya ialah pemain akan kalah karena melawan mesin,” ungkap Sehmi.

Sehmi menuturkan, anak-anak yang kecanduan game online tentunya sangat mempengaruhi kegiatan belajar mereka. Oleh sebab itu, jangan sampai anak-anak terjebak menjadi candu.

“Bermain setiap hari hingga mata mereka merah, jarinya keriting. Bahkan kuota yang seharusnya mereka pergunakan untuk belajar malah habis untuk main. Padahal kuota yang disediakan oleh pemerintah itu memang dimaksudkan untuk membantu mereka belajar, makanya sempat dibatasi, akan tetapi karena pandemi covid, alternatif itu yang didahulukan menggunakan Smartphone,” terang Sehmi.

Ihwal banyaknya anak-anak yang kecanduan game online, Sehmi menyebutkan, kemungkinan besar jika anak-anak berada di sekolah aktifitasnya terawasi. Namun pemantauan susah dicapai apabila anak-anak sudah berada di Rumah, tentunya pihak pihak sekolah tidak mampu mengontrol hingga ke rumah. Oleh sebab itu, disini sangat dibutuhkan peran serta berpartisipasi mengawasi anaknya.

“Kalau anak-anak kita inikan belum mengerti. Belum mengerti dalam artian perlu bimbingan, belum dewasa, dan belum memahami hal itu. Disinilah peran orangtua harus lebih ditingkatkan. Maka dari itu, ketegasan kita bagaimana untuk mendidik dan mengawasi anak-anak masa depan kita ini untuk lebih baik dan tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” jelas Sehmi.

RELATED ARTICLES
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments