Friday, May 13, 2022
HomeKotaDewan Sarankan Pemkot Tarik Saham di Bank Bengkulu

Dewan Sarankan Pemkot Tarik Saham di Bank Bengkulu

KLIKBENGKULU.COM – Ketua Komisi I DPRD Kota Bengkulu, Teuku Zulkarnain menyarankan Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu segera menarik sahamnya dari Bank Bengkulu yang terancam turun kasta menjadi Bank Perkreditan Rakyat (BPR) pasca Mega Corpora ditolak oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Republik Indonesia.

“Kecukupan modal Bank Bengkulu itu sekitar Rp 3 triliun didalam aturan baru sampai tahun 2023. Kalau sampai itu tidak tercukupi modalnya, maka Bank Bengkulu punya dua opsi, apakah dia menjadi unit usaha Cabang dari Bank BUMN yang lain atau dia menjadi BPR. Sepertinya cuma itu, karena untuk dia bertahan menjadi Bank Pembangunan Daerah itu juga sulit sepertinya, karena ada aturan dari Bank Indonesia itu,” kata Teuku, Kamis (9/12/2021).

Teuku melanjutkan, apabila Bank Bengkulu menjadi BPR, Pemkot Bengkulu harus segera mengambil sikap, karena Pemkot Bengkulu juga memiliki BPR yaitu Bank Fadillah.

“Ngapain kita punya dua BPR sedangkan Bank Fadillah ini jelas-jelas sahamnya 100 persen dimiliki oleh Pemerintah Kota. Saya mengusulkan Pemerintah Kota sebaiknya menarik saja modalnya yang ada di Bank Bengkulu sebelum Bank Bengkulu jadi BPR, untuk membesarkan Bank Fadillah. Tujuannya sama untuk rakyat Kota Bengkulu, cuma bedanya di Bank Bengkulu Kota ini minoritas di Bank Fadillah Kota ini 100 persen punya Kota dan ini kemudian kita fokus untuk mengembangkan Bank Fadillah. Jadi Bank Fadillah ini milik rakyat Kota Bengkulu,” jelas Teuku.

Diberitakan sebelumnya, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) surati PT BPD Bengkulu (Bank Bengkulu). Isinya, OJK menolak Mega Corpora sebagai pemegang saham pengendali Bank Bengkulu.

Didalam surat tersebut, OJK menegaskan, berdasarkan assessment OJK, aksi korporasi Mega Corpora dalam rangka menambah modal di BPD untuk menanggulangi permasalahan likuiditas dan permodalan BPD tidak dapat dilaksanakan.

Hal ini mengingat perlu persetujuan pemegang saham mayoritas dan kemungkinan terjadinya dilusi kepemilikan saham Pemerintah Daerah.

Dengan adanya surat yang diteken Kepala Departemen Perizinan dan Informasi Perbankan OJK, Irnal Fiscallutfi, artinya rencana PT Mega Corpora mengajukan perubahan struktur Kelompok Usaha Bank (KUB) Mega Corpora dengan memasukkan BPD Bengkulu sebagai anggota KUB Mega Corpora kemungkinan batal.

Dengan ditolaknya Mega Corpora oleh OJK, maka Bank Bengkulu terancam turun kasta menjadi Bank Perkreditan Rakyat (BPR).

RELATED ARTICLES
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments